Latest Entries »

Yohana Care Ministry & Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Menggali Talenta

Fresh Fire!

Frens, kamu pasti pernah atau bahkan sering disemangati untuk menggunakan talentamu bukan?

Selama ini saya selalu mengartikan perumpamaan tentang talenta dalam Injil Matius sebatas kemampuan orang percaya dalam melayani tubuh Kristus namun sebenarnya ada hal lain yang ditekankan dalam perikop ini, yaitu kesetiaan.

Mari kita selidiki arti dari perumpamaan ini. (Matius 25:14-28)

Ayat ke-14 => harta yang dimaksudkan melambangkan gereja, dengan semua orang beriman yang disebut keluarga Allah. Jadi gereja adalah hartaNya! ^^ 

Ayat ke-15 => “Yang seorang diberikannya lima talenta, yg seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.”

Saya pernah merasa heran mengapa kalau memberi kepada hambaNya dikatakan “masing-masing menurut kesanggupan”? Bukankah kalau kita diberi sesuatu hadiah oleh atasan kita misalnya, tentunya kita gak punya problem dalam menampung seberapa banyaknya, pokoknya semua tergantung pada kesanggupan pemberinya. Betul tidak? Tapi mengapa dalam kisah ini malah disebutkan menurut kesanggupan masing-masing? “Kesanggupan” yang dimaksud adalah kemampuan alamiah kita yang terbentuk dari penciptaan Allah dan proses belajar kita dalam mengikut DIA. 

Ayat ke-16 => menjalankan talenta itu menyatakan kita menggunakan karunia yang Tuhan berikan kepada kita. Beroleh laba menyatakan bahwa karunia yang kita terima dari Tuhan telah dipakai semaksimal mungkin tanpa pemborosan atau penyelewengan apapun. 

Ayat ke-18 => secara manusia, mudah sekali orang yang berkarunia paling sedikit menyalahgunakan atau mengabaikan karunia yang dimiliki karena merasa mendapat hanya “satu” talenta.  

Btw, tahukah kamu bahwa talenta adalah satuan terbesar dari ukuran berat yang sebanding dengan 6000 dinar? Jadi sesungguhnya satu talenta bukanlah nilai yang kecil.

Tanah yang dipakai untuk menyembunyikan talenta tersebut ibarat ladang pelayanan. Tindakan menyembunyikan uang tuanNya sama seperti membiarkan karunia Tuhan tak digunakan. Kelak Tuhan akan mengadakan perhitungan atas kehidupan, sikap, dan pekerjaan kaum beriman. Tentu bagi hamba yang rajin menggunakan karunia rohani dan setia memultiplikasikan apa yang mereka dapatkan dari Tuhan akan menerima  pujian dan penghargaan dari Tuhan.

Kita lihat waktu tuan ini datang kembali dan memuji hamba yang menghasilkan laba 2 dan 5 talenta itu. Satu hal yang sangat menarik perhatian saya adalah ketika kedua hamba tersebut menghasilkan laba 100% dari “modal” yang diberikan tuannya. Apa pujian yang diberikan tuannya?

Ayat 21 => “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” 

Perhatikan bahwa pujian yang tuan ini berikan kepada hamba dengan 5 talenta dan 2 talenta adalah persis sama. Baca ayat 21 & ayat 23.

Berarti bagi tuan ini baik 2 talenta dan 5 talenta adalah perkara kecil. 

Sebelumnya, mari kita lanjut ke ayat 29 dahulu. 

“Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Matius 13:12 juga mengatakan kalimat yang sama dengan ayat 29 di atas. Di Injil Matius 13 itu, Tuhan Yesus sedang menceritakan perumpamaan tentang penabur. Ceritanya sudah sering saya dengar tentang benih yang ditabur di berbagai macam tanah.

Namun, kali ini ayat 9 sangat menarik perhatian saya. “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Saya jadi merenung lagi, “Ada hubungan apa cerita nabur dengan telinga?” Bukankah kisah ini cukup simple untuk dimengerti?

Saya yakin setiap kata maupun tindakan yang dilakukan Tuhan Yesus pasti mempunyai makna tersendiri. Murid-muridNya pun bertanya-tanya mengapa Ia memakai perumpamaan saat itu.

Nah, di ayat 11 terletak kunci jawabannya.

Yesus berkata, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Lalu Ia melanjutkan ke ayat 12-13, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan…dst. Itulah sebabnya sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.” 

Kata “mu” = ke-12 murid Yesus atau juga orang-orang yang setia mengikut Tuhan.

Kata “mereka” = orang banyak yang berbondong-bondong untuk mendengar Yesus. Atau juga ditujukan kepada orang yang cuma mau enaknya, gak mau berjuang atau bayar harga, masih terombang-ambing oleh dunia atau sebentar2 bosenan ( moody)

Sekarang pertanyaannya sebagai umat Kristiani, apakah engkau dan aku termasuk dalam kategori murid Yesus atau hanya orang banyak yang berbondong-bondong?

Jika termasuk sebagai murid, Congratulations! Karena ketika kita “mendengar” dariNya, kita diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga untuk memahami (ayat 12) lalu bisa dipakai untuk memberkati ladangNya. 

Namun, jika saat ini kita masih termasuk orang banyak yang berbondong-bondong, maka kita perlu bantuan Roh Kudus untuk diajar menjadi muridNya yang sejati. Karena hanya dengan menjadi murid-muridNya yang setialah kita bisa benar-benar mengetahui rahasia Kerajaan Sorga.

Mungkin saat ini kita merasa pewahyuan/karunia yang kita dapat tidak se ‘wah’ saudara/i kita yang lain, it’s ok. Syukuri dan responi dengan antusiasme karena berdasarkan ayat 21 & ayat 23 di atas, bagi Tuhan kita, setiap pewahyuan yang Roh Kudus berikan bagi setiap anak-anakNya mulai dari yang paling sederhana sampai dengan yang berskala besar adalah sama bobotnya. Yang IA lihat adalah respons kita dalam membagikan atau menggali lebih lagi untuk pelipatgandaan “talenta” yang Tuhan telah berikan pada kita.

Jadi sebagai penutup, yuk kita:

1)     Merenungkan apakah kita sudah menjadi murid Kristus sejati atau hanya kerumunan khalayak Kristiani yang masih kompromi dengan dunia?

2)     Meminta Roh Kudus untuk mengajarkan tentang rahasia Kerajaan Sorga kepada kita

3)     Setelah mendapat pewahyuan, sambutlah dengan penuh ucapan syukur dengan menggali lebih lagi dan membagikan kepada sesama saudara seiman supaya “talenta” (pewahyuan) ini makin dilipatgandakan olehNya

Salam Peduli.

Tim YCM

The Vine Story

The Story of Vine (part 1)

Frens, sudah pernah dengar perumpamaan tentang pokok anggur dan rantingnya di kitab Yohanes 15 kan? Me, too.

Selama ini inti dari kisah tersebut yang saya ambil adalah Allah Bapa pemilik ladang, Tuhan Yesus pokok anggur dan kita rantingnya. That’s it!

Tetapi, baru-baru ini Roh Kudus membukakan hal-hal lain yang belum pernah saya perhatikan sebelumnya. Ini adalah sharing pribadi saya yang semoga bisa menjadi berkat bagi teman-teman sekalian.

Sungguh Tuhan Yesus Maha Mendengar & super caring! Why?

Soalnya, Ia langsung menjawab doa saya melalui sebuah image anggur yang tiba-tiba muncul dalam benak saya. Saat itu saya sedang bekerja seperti biasa sambil merenungkan (lebih tepatnya mengeluh) tentang keterbatasan saya & para pelayan Tuhan lainnya dalam menjangkau jiwa-jiwa.

Amanat agung Tuhan di Matius 28:19-20 memang sudah terpatri di dalam hati.  Namun sayang, berbagai usaha & rencana yang dilakukan sepertinya tidak membuahkan hasil yang sesuai keinginan. Padahal pada awalnya saya optimis dan penuh starting power untuk care terhadap orang sekitar, baik keluarga ataupun teman-teman sepergaulan, di tengah tuntutan tanggung jawab pribadi yang lain.

selengkapnya…

LOVE — Fact vs Fiction

Discover Love’s Facts vs. Fiction di tanggal 15 February ini bersama Yohana Care Ministries!

Daftar segera!

“Dilema Cinta & Cita-Cita”

FRESH FIRE !

Dalam perjalanan hidupmu sebagai kaum lajang, pasti akan ada suatu saat di mana timbul DILEMA antara CINTA & CITA-CITA.
Apakah kamu sedang mengalaminya atau malah belum terpikir?

Well, di titik mana pun kamu berada sekarang, pastikanlah untuk hadir di Retreat Natal YCM

4-5 Desember 2009

Villa Manis ( Cihideung, Bandung )

Di sini kami akan mengupas tuntas point2 penting beserta solusi yang sangat kamu butuhkan loh.

Biaya HANYA Rp 50rb! ( sudah termasuk makan & menginap 1 malam )
Karena kapasitas terbatas, buruan daftar paling lambat 26 November 2009

Hubungi :

Lita 0878 2118 4172 or  yohana_care@hotmail.com.

Talk Show dengan Ev. Yohana Rina Susetio

Seri Mencintai Hingga Terluka – Kehidupan Adalah Perjuangan

  • Ari: Sobat Maestro, ketika anda memilih untuk hidup di masa lalu, maka anda sedang terkunci di sebuah kotak yang kecil. Berhati-hatilah! Semakin anda terlelap dengan masa lalu, anda akan kehilangan fokus masa depan anda. Berarti anda berada dalam bahaya yang besar. Apabila anda terkunci dalam masa lalu berarti anda akan segera kehilangan masa depan. Dan sesaat lagi anda akan melupakan masa depan.

Tahukah sobat Maestro, bahwa sebuah perjalanan yang akan anda jalani masih cukup panjang? Hidup hanya dapat dipahami dengan melihat ke belakang, namun hidup harus dijalani dengan melihat ke depan.

Kehidupan adalah perjuangan. Jangan pernah menyerah!

Karena anda tidak sendiri.

Setiap kita pasti mempunyai lembaran-lembaran di belakang, namun biarlah lembaran-lembaran di belakang bisa kita gunakan sebagai satu hiasan yang manis. Dan kadang-kadang kita tidak pernah mengerti rencana Tuhan yang begitu sempurna, kenapa Tuhan mengijinkan lembaran-lembaran itu hadir di dalam hidup kita. Tapi, yang jelas itu akan semakin memperkaya kehidupan kita.

Saya sejujurnya cukup shock ketika sekilas membaca profile kehidupan Ibu Yohana sebelum yang saya kenal sekarang. Yang saya kenal adalah wanita yang begitu tegar dan anggun. Lalu secara tidak sengaja, saya membaca di salah satu koran, “masa sih kayak begini?” Saya pikir, “gak mungkin, satu sosok wanita yang terlihat sempurna, ternyata banyak mengalami tantangan di kehidupan sebelum yang sekarang.”

Mungkin Bu Yohana bisa menceritakan bagaimana hari-hari berat yang Ibu lalui?

  • Ev. Yohana: Aku sudah melupakan masa laluku karena aku tahu harus ada target yang dikejar di depan. Dan aku harus mencapai target itu dengan waktu yang sudah aku tentukan. Aku harus produktif untuk orang-orang yang membutuhkan kesaksian hidupku supaya mereka tidak mengalami seperti aku.

  • Ari: Ya, dan juga tidak terkungkung dalam masa lalu, ya, Bu? Karena jika kita terkungkung dalam sebuah masa lalu, kita seperti sedang masuk ke dalam sebuah kotak yang kecil. Mungkin malam ini, Bu Yohana bisa membuka kotak yang kecil itu sehingga rekan-rekan yang sedang terbelenggu dengan masa lalu bisa dibangkitkan kembali.

  • Ev. Yohana: Bisa, sangat bisa. Semua karena anugerah Tuhan ya, Ari. Aku masih bisa seperti sebagaimana aku ada. Semua itu karena anugerah Tuhan. Sesudah aku mengalami sakit penyakit …yang menurut aku itu adalah suatu panggilan. Satu anugerah yang luar biasa aku bisa mengalami semua itu sehingga sekarang ini aku bisa bagikan ke orang lain. Bagaimana kalo kita gak bisa ngampuni dan kita simpen di dalam hati kita, dan itu mengendalikan kita. Akhirnya pikiran itu menekan, menekan sedemikian rupa sehingga itu menjadi tekanan batin yang tidak bisa atau tidak ada tempat menyalurkannya.

Nah, sehingga sampai waktu tertentu, kita udah limit ya, udah gak bisa terkendalikan lagi. Itu kadang mengganggu, kadang mengalami migraine, pendarahan untuk perempuan, menstruasinya gak berhenti atau mengganggu lambung. Kalo yang aku alami itu bukan mengganggu lambung ya, tapi lambungnya udah gak bisa terkendalikan.

Sehingga waktu 20 Desember 1993, saya mengalami diare yang parah, gak pernah berhenti, sampai waktu tertentu, akhirnya aku mengalami pendarahan usus yang disertai dengan buang-buang sama nanah. Nah itu, membuat saya harus segera berangkat ke luar negeri untuk berobat karena di sini gak ketemu nama penyakitnya, juga gak bisa makan apa-apa.  Yang aku alami cuma minum air tajin selama 3 tahun 9 bulan disertai dengan bubur saring aja.

Nah, waktu di luar negeri itu paling parah. Aku mengalami koma 3 hari, ya koma sendiri, bangun sendiri. Karena gak ada yang tahu bahwa aku itu koma.

Sebelum aku koma, aku bilang sama suamiku, jangan sampai aku masuk ICU. Karena aku merasakan sedemikian lemahnya. Bicara pun udah gak kuat, kalau mesti masuk ICU, bawa aku pulang aja.

Tetapi anugerah Tuhan luar biasa. Hari ke-3, aku bangun. Aku bangun karena selama itu kan gak bisa makan apa-apa. Aku berseru ke Tuhan, “Tuhan, aku gak bisa makan apa-apa. Udah aja aku mau doa puasa aja. Saat doa puasa, godaan sedemikian rupa, demikian menghimpit, suami juga udah pulang ke Indonesia, anak tiga juga ditinggal di Indonesia. Aku ambil keputusan mau bunuh diri.

Aku mau terjun dari apartemen yang kami nginap. Dari apartemen lantai ke 18.

  • Ari: Ibu, apa yang membuat Ibu sampe mempunyai kesimpulan ingin mengakhiri hidup? Apakah memang karena sebuah penyakit yang tidak kunjung sembuh? Atau ada tekanan-tekanan lain?

  • Ev. Yohana: Ya, tekanan pertama, dokter di sana juga bilang aku gak ada penyakit. Tetapi aku buang-buang darah sama nanah terus. Dan setiap aku salah makan, aku gak tahan terlalu laper, aku langsung mesti ke toilet. Tiap liat toilet, aku nangis dulu. Tapi aku pikir aku gak boleh mati karena ada anak tiga yang mesti aku tanggung jawab dan suami yang masih menantikan aku. Aku pikir kalo aku mati itu aku pengecut. Tapi aku gak tahan dengan sakit perutnya, dengan migrennya, dengan susah nafasnya dan sedemikian lemah. Melangkah pun gak kuat. Aku cuma tahu duduk di kursi pun setengah jam aku gak kuat. Tapi aku harus sendiri ke dokter. Waktu itu aku di luar negeri, aku harus naik bis, aku harus gagah gitulah. Dan aku tiap minggu maksakkan diri harus ke gereja. Setiap hari aku rajin berdoa, aku tanya ke Tuhan, “kok, aku gak sembuh sembuh? Tuhan maunya apa?” Dan ada ayat-ayat Firman Tuhan yang meneguhkan.

Dan aku bilang ke Tuhan, “Tuhan, kalau aku mesti mati, ya, aku mati aja. Tapi aku mati dalam kemuliaan Tuhan. Jangan aku disiksa begitu. Kalo dalam keadaan begitu, aku gak kuat. Aku mendingan mati aja.”

Saat aku mau terjun ke laut itu, tiba-tiba di depanku itu ada Garuda Indonesian Airways lewat di depanku. Persis di depan mata, dia landing. Karena tempat aku tinggal itu, sebrangnya adalah airport.

Di Hong Kong, jadi sangat jelas, seolah-olah Tuhan bilang ke aku, “Kamu mesti pulang. Kamu mesti jadi saksi.”

Terus, aku tawar ke Tuhan, “Aku gak mau jadi saksi mati, Tuhan. Aku mau jadi saksi hidup. Kalo Tuhan menyembuhkan aku, aku siap melayani Tuhan. Dan persis waktu aku gak jadi bunuh diri, di depan aku kelintas tiga muka anak-anakku. Dan mereka seolah-olah manggil, “Mama, mama, kok gak pulang pulang?” Dan aku janji ke Tuhan, aku gak mau mikir bunuh diri lagi. Aku mau hidup. Dan tiap hari aku masih rajin, tekun minum air tajin sampe taon 1996 bulan 9. Pertama kali, bulan 9 pertengahan, maaf, aku bisa buang angin. Dan saat itu, aku buat keputusan mulai makan nasi tim. Sampai sekarang, hari demi hari, aku makin disembuhkan. Dan sekarang, aku baru tahu, perjuangan itu tidak sia-sia. Aku bisa melayani, bisa kotbah, bisa memberkati banyak orang. Dan aku rindu, kesaksian ini bisa menguatkan setiap yang bertelinga mendengarkan. Sehingga mereka tahu kalau sesuatu kejadian terjadi, pasti ada maksud Tuhan yang mulia. Makanya sampe mobilku juga aku kasih nomer 828, itu Roma 8:28. Begitu, Ari.

Bagaimana aku berjuang, aku bisa berhasil mengampuni, bagaimana aku berhasil tetep mendampingi suamiku, walau pasti selalu disempurnakan. Aku tahu gak ada manusia sempurna, tapi kami saling mengisi, saling sama-sama membuang 50% ego, dan selalu pengampunan itu selalu setiap hari ada. Dan aku belajar menjadi mama yang baik dan belajar menjadi hamba Tuhan yang makin memiliki hati hamba. Itu gak gampang.

  • Ari: Betul, betul, dan semakin tajam, tentunya, ya, Bu?

Saya rasa bahwa hidup ini memang gak ada yang kebetulan.

Gini, Bu, itu tadi 3 tahun lebih mengalami semua itu sebabnya karena tidak bisa mengampuni ya, Bu? Mungkin bisa tahu luka hati dengan siapa, gitu, Bu?

  • Ev. Yohana: Luka hati mungkin menurut pandangan orang lain itu oke, oke aja. Dia gak ada rasa apa apa. Tapi menurut aku yang waktu itu terlalu melankolik, menyimpan dan menyimpan. Gak secara kebetulan, kami nikah beda daerah. Jadi mungkin di sini, suasana/keadaannya tidak mendukung untuk aku yang nikah muda, terjadi itu. Kalo waktu aku sekolah teologi, nama penyakit itu gastric ulcer (pendarahan usus). Jadi di dalam usus itu ada lubang-lubang, borok-borok, dan waktu aku berdoa tanya ke Tuhan (aku 2 kali di colonoscopy, tidak ketahuan ada luka di mana). Tapi waktu aku doa puasa, aku tanya ke Tuhan, “Tuhan, ini penyakit apa sih?” Aku dikasih baca waktu aku kuliah itu, nama penyakit itu. Dan aku dikasih waktu doa puasa, penglihatan, bahwa di dalam ususku ada 6 borok. Dan aku bertahan. Dan dokter juga gak bilang mesti dioperasi karena colonoscopy gak kelihatan. Dan itu sakitnya bukan main, lebih sakit dari melahirkan, bahkan untuk aku yang pernah melahirkan, sakitnya ampun ampun. Setiap hari aku mesti kompres pake air panas dan aku setiap hari menjaga makanan. Dan gak boleh salah sedikit. Misalnya, aku terlalu kangen makan roti atau tahu. Aku makan sepotong. Setengah jam lagi, itu keluar semua masih dalam keadaan utuh begitu. Seolah-olah Tuhan bilang, “Semua pencernaan itu ciptaan Aku.” Jadi aku berdoa, “Tuhan, aku adalah ciptaanMu yang baru, termasuk ususku, pencernaanku, semua milik Tuhan, ciptaan Tuhan Yesus yang baru. Aku yakin dan percaya, kuasa bilurMu sudah menyembuhkan.”

Nah, itu setiap hari aku doa, bacakan itu, 3000 kali karena aku gak bisa kerjakan yang laen. Hanya tidur berbaring. Dan kalau mau bangun itu lemah banget. Tapi, setiap pagi kakak rohaniku baik sekali, selalu seminggu 2-3 kali, dia bawa aku ke rumah sakit untuk bersaksi. Itu membangkitkan iman, bahwa ternyata masih banyak yang lebih susah dari aku. Misalnya, di ruang ICU, mereka mesti beli oksigen, mereka mesti makan melalui hidung. Aku masih bisa minum air tajin melalui mulut itu rahmat dari Tuhan yang luar biasa. Itu yang menguatkan.

Aku bilang ke Tuhan, “Tuhan, hidupku untuk Tuhan. Hidupku bukan aku lagi, tapi Tuhan yang ada dalam diriku.” Dan Tuhan memberi 1 ayat Firman Tuhan di Injil Yohanes 4:11, “Penyakit ini tidak membawa kematian tapi membawa kemuliaan Allah.” Itu yang sangat menguatkan sekali. Dan memberi kekuatan.

Dan di Injil Yohanes 14:26 juga mengatakan, “Sampai sekarang engkau belum meminta apa pun dalam namaKu, mintalah maka Aku akan memberikan sehingga penuhlah sukacitamu.” Aku doa, bacakan ayat itu terus.

Persis bulan ketiga, aku dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan, memang belum sembuh, tetapi spiritku, batinku, mengatakan aku sudah sembuh. Sehingga aku gak pake kursi roda pulang ke Indonesia, tapi aku jalan. Naek plane, di plane aku minum air tajin. Sampe ke Indonesia aku bisa bersaksi.

Mereka semua mengatakan, “Kok kamu cantik, kok kamu seger? Kok gak seperti orang yang baru bangun dari koma?”

Nah, ternyata aku pulang sampe Indonesia, setengah tahun aku mesti masuk rumah sakit karena itu membawa dampak seperti panas dingin, dsb. Di sana aku mengalami koma lagi. Jadi aku mengalami koma 2 kali.

Pernah ada keinginan kuat untuk bunuh diri sekali lagi. Waktu-waktu laen ada terbersit lagi pikiran seperti itu, tapi aku mengatakan, “Tidak, Tuhan lebih besar daripada penyakit yang aku derita.”

Waktu masuk ke salah satu rumah sakit, di sana aku koma 1 malem, tapi semua tidak ada yang tahu kalo aku sedang koma. Karena besok paginya, persis waktu banyak hamba Tuhan sedang doakan, aku mengatakan, “Yesus sudah mati untukku dan kuasa kebangkitan Yesus ada dalam diriku. Dan Yesus sudah menyembuhkanku oleh kuasa bilurNya di kayu salib.”

Persis aku perkatakan seperti itu, aku bangun. Dan waktu aku bangun, aku spontan minta pulang. Dan itu mukjizat terjadi, karena waktu kemaren sorenya aku masuk rumah sakit, demam hampir 40 derajat. Persis waktu aku bangkit, demamnya hilang dan suhu badanku kembali normal, betul-betul 36 derajat waktu ditest.

Yang menguatkan aku sampai sekarang itu perkataan anakku, Christopher, di ruang tamu, “Mamaku udah pulang, mamaku udah pulang.” Tuhan memakai dia menjadi kekuatanku sampai sekarang. Dan yang satu aku bangga, punya Tuhan, Dia mengijinkan aku kotbah, Dia mengurapi aku, Dia juga memberi roh doa yang begitu luar biasa kepada aku. Aku bahagia, banyak teman-teman yang menyayangi aku.

  • Ari: Dan, ya, sobat Maestro, ketika saya mencoba melihat dengan detil lembaran-lembaran yang sudah pernah dilewati atau bayang-bayang kekelaman seperti yang dituliskan oleh Raja Daud bahwa bayang-bayang kematian itu sepertinya sudah di hamparan mata, tetapi ketika Tuhan masih membuka satu rencanaNya karena rencanaNya itu belum selesai.

Kadang-kadang kita merasa diperhadapkan dengan hal-hal yang sepertinya kita merasa sudah menyerah, begitu ya? Tapi sebetulnya ketika kita bener-bener menyerah, justru di situlah sebenernya kekuatan Tuhan itu akan dilimpahkan dengan begitu rupa, begitu ya, Bu?

  • Ev. Yohana: Ya, Betul. Salah satu ayatnya di Kisah Para Rasul, Firman Tuhan berkata, “Dalam Tuhan aku hidup, dalam Tuhan aku bergerak, dalam Tuhan aku melakukan segala sesuatu.” Aku bangga sekali memiliki saudara-saudara seiman yang sangat mendukung. Dan mereka rajin, tiap malam pun, kalo aku lemah sekali, (waktu itu belum ada HP atau SMS ya) mereka jam 2 malam pun, bawa gitar datang ke kamarku dan bangunkan aku. Mereka menyanyi dan mengatakan, “Aku baru selesai doa puasa dan Tuhan suruh aku langsung ke sini.” Dan itu menguatkan sekali. Mereka gak merasakan jijik. Aku waktu itu cuman tulang sama kulit, gitu, Ri. Jadi, jelek sekali. Rambut juga banyak rontok, kurus kering.

Dan di sana, waktu aku berhasil mengampuni, Tuhan mengatakan, “Bukan hanya kamu mesti mengampuni orang yang sudah melukain engkau, kamu harus bisa mengampunin dirimu sendiri. Kamu harus bisa terima diri kamu apa adanya. Karena kalo waktu kamu tidak bisa mengampuni diri kamu dan menerima diri sendiri, berarti kamu benci dengan ciptaan Tuhan.”

Di sana, emosiku aku minta Tuhan ubahkan menjadi emosi yang positif. Bukan positif dalam emosi aja, itu mempengaruhi pikiran yang positif ya, juga aku minta makin dipenuhin dengan kasih Allah. Hanya melalui dipenuhin oleh kasih Allah, aku berhasil menerima diriku apa adanya.

Di sana, aku baru tahu kalo aku gak bodo, aku gak jelek, aku gak judes, aku gak… gak… semua. Ternyata Tuhan tuh luar biasa sekali. Dan aku makin percaya diri, makin percaya diri. Karena dulu aku sering menerima pernyataan, “kamu bodo”, “kamu culun”, “kamu gak bisa apa-apa”, itu semua diubahkan. Dan aku yang dulu pemalu, aku yang dulu gak pe-de. Ternyata waktu di mimbar, aku berhasil bisa bicara, bisa doa, bisa nyanyi, bisa masak, bisa melakukan ini dan itu. Ternyata aku menemukan diriku begitu ajaib menjadi ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa. Di sana, aku rindu bilang ke setiap yang mendengarkan, bahwa ternyata di dalam Tuhan itu ada pengharapan. Di dalam Tuhan itu, kita adalah ciptaan yang sangat dahsyat. Kalo Tuhan sudah mengatakan, “Aku buka untuk kamu”, gak ada yang bisa tutup. Kalo Tuhan mengatakan, “Aku pasti menyembuhkan kamu”, itu kita pasti sembuh. “Aku pasti mengurapin kamu”, kita pasti diurapiNya. Kalo “kamu harus terima diri kamu apa adanya”, kita terima diri kita apa adanya dan berakar dalam penyerahan dan membiarkan Tuhan melakukan apa aja dalam hidup kita, kita sendiri takjub, “Loh, kok aku bisa ya ternyata?” Di luar akal budi atau hikmat atau iman manusiawi kita, itu Tuhan luar biasa. Yang tidak mungkin dijadikan mungkin.

Aku yang sudah cium bau bunga kematian, aku yang sudah lihat peti mati detik terakhir, dari leher sampai bawah itu udah gak bergerak, Tuhan mengatakan, “Kamu sembuh.” Itu 9:30 malam, saya bangkit dari kematian. Jam 12, saya pulang ke rumah sambil jalan kaki ke mobil. Itu saya sendiri bingung. Seperti melayang begitu. Dan tensiku waktu aku dibawa ke rumah sakit, mantrinya bilang tinggal 50 dan 35. Tapi ketika aku pulang, tensiku 110 dan 60. Aku bisa pulang. Itu kalo Tuhan mau ubahkan, di rumah sakit aku gak bisa makan apa-apa, karena langsung gak tahu apa-apa, seperti jentikan telunjuk, “Bangkit!” maka aku bangkit. Itu aku berani mengatakan Firman Tuhan itu ya dan amin. Firman Tuhan itu adalah Allah, hidup sekali. Aku mengalaminya.

  • Ari: Memang ada satu buku yang mengatakan bahwa hidup itu adalah anugerah, begitu ya? Mungkin buat sobat Maestro, yang mungkin malam hari ini sudah merasa give up. Sudah gak tahu harus bagaimana. Mungkin dengan keadaan sakit-penyakit, nah, malam ini kita sudah dibukakan suatu wacana baru dalam kehidupan Ibu Yohana Rina yang sebegitu terpuruknya dengan sakit-penyakit dan hampir ingin mengakhiri kehidupan. Mungkin ini yang menginspirasi Ibu untuk memulai Yohana Care ini ya?
  • Ev. Yohana: Betul, itu yang menginspirasikan aku untuk mengatakan pada para lajang ternyata di dalam Tuhan itu luar biasa pengharapannya. Kalau kita sungguh-sungguh berakar di dalam penyerahan, kalo kita dipenuhin dengan kasih Tuhan dan selalu mengatakan, “Hidupku ada di tangan Tuhan.” Itu Tuhan selalu membalikkan telapak begitu. Yang gak mungkin, jadi mungkin, apa pun yang kita alami. Saya yang di ujung tanduk, nafas Senin-Kamis, waktu itu aku juga udah titip anak-anak ke mamiku ya. Itu dalam per detik, aku dibangunkan, orang tuaku sampai bisa mengatakan, “Haleluya”.

Jadi memang hanya di dalam Tuhan satu-satunya pengharapan kita, gak ada ilah-ilah lain. Dan aku berkata dalam hati, “Cuma Tuhan yang bisa menolong aku.”

  • Ari: Ya, dan hikmat terbesar yang bisa Ibu ambil dari hampir 4-5 tahun, dalam waktu sakit dan juga harus menjalani pemulihan, itu apa yang Ibu dapatkan dari semua itu?
  • Ev. Yohana: Ya, tiap hari harus dipenuhi oleh kasih Allah dan selalu siap mengampuni. Apa pun yang Tuhan lakukan terhadap kita, kita serahkan orang itu ke tangan Tuhan. Dan bagian kita, mengampuni. Karena kalo pake kasih manusia, itu sangat terbatas sekali. Kita akan selalu bertanya-tanya ke Tuhan, “Kenapa sih harus begitu? Kenapa aku harus mengampuni padahal orang itu tidak berubah, ngapain gitu?” Kalo kita berpikir begitu, kita yang rugi sendiri karena hidup ini manis, indah.  Kalo kita hidup berjalan di dalam Tuhan, hidup ini luar biasa manis. Walaupun, mungkin sekeliling kita penuh orang yang menyebalkan, munafik, yang selalu menuduh, menghakimi, memojokkan, dan nonjok dari belakang. Tapi itu bagian Tuhan yang membina dan menempelak dia.

Bagian kita mengampuni, berlutut dan mengatakan, “Tuhan, aku siap mengasihi dia karena aku mau hidup untuk Tuhan. Hidupku ini bukan kita, tetapi Tuhan. Karena kenapa? Kita ciptaan Tuhan yang termulia, kita ciptaan Tuhan yang sangat ajaib, kita ciptaanNya yang unik, juga antik. Jadi, rugi kalo gak ngampuni.

  • Ari: Ketika Ibu Yohana Rina itu tadi ngomong kalo kita tidak usah peduli dengan lingkungan, kita kan sering di tengah-tengah orang-orang yang melukai, menyebalkan. Saya tiba-tiba dapat gambaran ni, Bu. Misalnya seseorang mau membuat suatu bordiran/sulaman, sekalipun di situ ada jarum dan kain, kalo jarum itu gak ditusukkan ke kain, gak akan ada sulaman yang bagus, begitu ya, Bu?
  • Ev. Yohana: Ya, betul, jadi harus ada respon kerja sama yang baik dan mau menekuninya. Kalo saya gak dengan pertolongan Tuhan, saya gak akan bisa siaran dengan Ari. Harus tekun, jadi selama 3 tahun 9 bulan, tiap hari saya lihat bubur saring, tiap hari saya lihat bubur tajin, tiap hari pengen nangis, tapi saya katakan, “Tuhan, aku makan bubur ini untuk aku bisa melayani Engkau, untuk aku bisa menjadi saksi hidup.”
  • Ari: Bu, kenapa sih sasaran Yohana Care mesti anak-anak muda?
  • Ev. Yohana: Ya, sejak mereka single, belum menikah, perlu ditata emosinya untuk menjadi positif karena hidup ini ajaib, unik, jadi kalo tidak ditata dengan baik, kasihan. Rugi banget. Jadi supaya mereka dapat kehidupan yang baik, cara pikir, cara pandang itu harus dipersiapkan sejak muda. Karena aku sendiri lihat, justru kalo gak dipersiapkan sejak dini untuk mengenal Tuhan dengan benar, menata hidup dengan benar, memiliki target hidup, akhirnya hidupnya akan aneh.
  • Ari: Betul, betul, dan tidak maksimal, dan tidak menemukan tujuan hidup sebagaimana yang Tuhan rencanakan untuk rekan-rekan muda, ya?
  • Ev. Yohana: Ya, aku menemukan harus memiliki target hidup kan sesudah Tuhan bangkitkan. Aku pikir kalo sejak muda aku tahu, mungkin aku gak ngalamin itu semua. Jadi gak secara kebetulan, Tuhan mempersiapkan itu. Dan aku lihat, di anak-anak muda kurang mendapatkan hal sperti itu. Jadi kami ada di Yohana Care untuk melengkapi dan mendampingi, untuk mempersiapkan mereka.
  • Ari: Ya, ternyata dari pengalaman hidup seperti itu muncul kekuatan iman yang bisa diimpartasikan ya?
  • Ev. Yohana: Yang penting percayanya mesti full dan logikanya ditundukkan dalam pimpinan Tuhan. Kita akan mengucap syukur selalu dan emosi kita akan selalu positif. Pokoknya berakar dalam penyerahan. Nah, kalo kita memiliki logika di bawah pimpinan Tuhan, kita gak akan sering marah-marah atau salah paham dengan orang. Kita selalu belajar memahami orang. Oh dia begitu karena akar masalahnya begitu. Kenapa kita gak berlutut berdoa dan merenung dan belajar koreksi?

Rekaman Radio Maestro

Rekaman Radio Maestro – 28 April 2007

Talk Show antara Dr. Andik Wijaya & Ev. Yohana Rina Susetio

Seri Mencintai Hingga Terluka – Sex & Intimacy

  • Arie: Dengan satu keindahan, Tuhan memberikan satu hal yang begitu luar biasa kepada diri manusia, yaitu seks. Tuhan menciptakan dengan begitu hikmat yang sangat luar biasa. Namun ketika manusia salah menikmati, salah menanggapi, dan salah memaknai hakikat seksual, banyak manusia yang terjerat di dalamnya. Dan tidak sedikit yang tidak mampu keluar dari jerat-jerat seksual. Biarlah anugerah Tuhan yang begitu indah dalam diri kita tidak terkoyak. Mencintai hingga terluka bukan berarti merusak anugerah yang Tuhan berikan. Seksualitas indah jika dilakukan pada waktu & tempat yang tepat sesuai kehendak Tuhan.

Yakinlah bahwa ada orang-orang di luar sana yang mengalami pergumulan yang sama dengan saudara. Kita akan membahas seputar sex & intimacy.

Malam ini kita ditemani oleh Dr. Andik Wijaya, seorang seksolog & pimpinan dari YADA Institute beserta Ev. Yohana Rina.

  • Arie: Ketika kita mau ngomong seks ini kan kayaknya sesuatu yang tabu dan ditutup-tutupi. Sedangkan itu kan sesuatu yang Tuhan anugerahkan dalam diri manusia?

Tidak sedikit orang-orang yang jatuh di sana. Sebetulnya bagaimana kita menyikapi seksualitas ini khususnya di kalangan rohaniawan? Itu kan bukan jalurnya agama?

  • Dr. Andik: Ini merupakan problem yang umum terjadi. Jadi paradigma yang ada di masyarakat memandang seks itu sesuatu yang tidak pantas dibawa ke ruang publik. Tetapi, itu adalah sesuatu yang merupakan private. Sebenarnya tidak masalah itu private. Tetapi kalau itu terlimitasi dalam sesuatu yang private dan tidak pernah kita bicarakan dalam ruang publik, pasti ada sesuatu yang kemudian tidak akan terexplore secara memadai.

Nah, saya memahami bahwa ada sesuatu extreme yang terjadi dalam masyarakat dalam level sosial secara umum.

Di satu sisi memang ada over expose tentang seks. Coba kita melihat di dalam entertainment industry, katakanlah MTv. Di situ kita lihat ada sesuatu expose yang luar biasa terbuka (over expose).

Ketika orang tertentu melihat fenomena semacam ini, kemudian juga melihat film-film Hollywood dan Bollywood. Ada suatu extreme yang muncul sebagai counter attack terhadap situasi yang pertama dengan menjadikan seks itu sebagai sesuatu yang tabu dan tidak boleh dibicarakan. Bahkan dalam level tertentu seks itu dianggap sebagai sesuatu yang memang tidak ada  dalam suatu pembicaraan spiritual dalam konteks rohaniawan.

Padahal sebenarnya kalau kita kembali pada backgroundnya, seks itu sebenarnya apa sih?

Kalau kita mengisi buku diary atau data pribadi. Di situ biasanya akan ada kolom isian, sex, kan? Male or female? That’s it. Seks itu sebenarnya hanya itu. Dan itu adalah sesuatu yang essential dalam kehidupan kita.

Bahkan saya katakan waktu seseorang datang pertama kali ke dunia, hal pertama yang dibicarakan tentang orang itu adalah sex. Coba, pertanyaan standard yang diajukan ketika bayi dilahirkan: laki-laki atau perempuan?

Istilah laki-laki yang disebutkan untuk memberikan identity kepada baby yang baru dilahirkan, That’s talk about sex. Jadi hal pertama yang dibicarakan ketika bayi dilahirkan adalah sexuality. Karena ini memang melekat di dalam kemanusiaan. Dan ini harus kita akui, it’s created by God. Itu merupakan suatu ciptaan yang amazing.

  • Arie: Manusia disebut sebagai mahluk seksual bukan saat dia puber ya, Dr.? Saat dalam kandungan pun, itu sudah.
  • Dr. Andik: Yes, itu benar. Semenjak sperma dan sel telur bertemu, kita sudah membicarakan sex identity yang jelas. Sex identity sudah terbentuk ketika fertilisasi terjadi. Dan itu terjadi jauh di dalam kandungan sebelum bayi itu dilahirkan.
  • Arie: Memang sekarang banyak media yang terlalu mengeksplorasi seks dan seringkali itu wanita yang jadi bahan explore. Bagaimana menghadapi wanita yang sepertinya hanya jadi obyek seksual yang diexplore? Dan selalu kalau ada pelecehan seksual, yang disalahin wanita? Walau udah kena getahnya. Dari Ibu Yohana melihat fenomena ini, bagaimana?
  • Ev. Yohana: Kalau dari pengalaman di ladang pelayanan, menanamkan iman yang teguh untuk masuk ke pergaulan yang tepat & benar sehingga waktu mereka menghadapi pelecehan, mereka bisa mengatakan tidak. Sehingga mereka tidak masuk ke dalam lingkaran yang tidak seharusnya dan sebelum waktunya. Dan mereka bisa membawa diri dengan benar. Sehingga pelecehan itu bisa terhindarkan.
  • Arie: Bu Yohana kan lebih banyak terjun ke rekan-rekan gadis? Selama ini sejauh apa dari info-info yang ada yang banyak dirugikan kan kaum hawa?
  • Ev. Yohana: Ya, yang ada tanda dan bekasnya memang perempuan. Kalau mereka yang sudah terlanjur masuk ke dalam pergaulan yang salah waktu pacaran atau salah dalam sikap pacarannya. Pertama dibina untuk mengampuni diri sendiri dulu. Sering mereka mengatakan, “Aku udah gak virgin dan gak perlu dipertahankan lagi.” Dan kadang mereka udah merasakan hubungan suami istri yang belum waktunya mereka lakukan, biasanya mereka suka terlanjur terus. Akhirnya, 1 minggu tidak melakukan itu, gak bisa.
  • Arie: Itu termasuk kecanduan ya?
  • Ev. Yohana: Lebih tepatnya keterikatan, ya? Akhirnya aku mengatakan kepada mereka, “Itu cara yang salah. Kalau cara yang tepat dan benar di hadapan Tuhan, mau gak mau memang setiap orang harus mengakuin kita ini ciptaan Tuhan. Tuhan menciptakan seks itu untuk dinikmatin sesudah pasangan suami istri sah di hadapan Tuhan.”

Sesudah mereka mengerti, biasanya masuk ke perawatan untuk masuk ke pemulihan.  Sesudah masuk ke pemulihan, mereka bisa menerima diri sendiri apa adanya.

Dalam keadaan secara jasmani mungkin bukan virgin ya, tapi di hadapan Tuhan, mereka itu ciptaan baru.

Nah, itu di pelayanan kami, kami tanamkan untuk yang sudah terlanjur. Dan banyak dari mereka berhasil dalam kehidupan mereka setelah masuk ke pernikahan kudus. Nah itu, nikmat yang luar biasa sesudah memetik hasil kemenangan itu.

Jadi jauh sebelumnya, kami mulai untuk gadis-gadis yang belum ke arah sana, mulai dari remaja sampai pemuda/i ke pemuda/i dewasa. Jadi mulai ditanamkan sejak kecil untuk menghargain diri sendiri. Untuk bijaksana ke diri sendiri, bahwa saya laki, saya perempuan mesti menghormatin sesama kita. Jadi kalo kita menghormatin sesama, kita gak akan mengalami pelecehan. Kalo wanita bisa menghargain pria dan pria menghargain wanita. Mereka bisa melihat diri sendiri apa adanya dan dari kecil mereka ditanamkan sesuatu yang benar. Itu akan berlaku dengan baik semua itu sampai seks itu boleh dinikmati pada waktunya. Jadi mungkin masuknya lebih ke hubungan intim suami dan istri. Sedangkan kalo Dr. bilang, seks itu kan lebih ke arah jenis kelamin, ya?

  • Arie: Kadang-kadang ketika saya mengajar apa sih seks itu? Orang-orang pikirannya udah ke seksualitas/hubungan intim ya? Jarang orang berpikir bahwa itu adalah jenis kelamin. Gejala-gejala seperti itu sebetulnya kenapa ya, Dr.?
  • Dr. Andik: Itu saya liat sebagai suatu biase dari informasi yang tidak lengkap. Kalau tadi saya mengatakan bahwa seks itu ada unsur kita membicarakan jenis kelamin, yang bersifat kromosomal. Tetapi bukan hanya itu, lebih luas daripada itu. Saya mengingat akan sebuah buku kuno yang menulis dalam bahasa Ibrani, itu menggunakan istilah Yadda. Ternyata kata Yadda bisa diterjemahkan di satu sisi sebagai “sexual intercourse”, tapi di sisi lain ternyata kata ini digunakan sebagai suatu “holy relationship between man and God”.

Bayangkan! Allah dan manusia itu punya suatu personal relationship. Dan itu menggunakan kata Yadda. Itu adalah suatu literature yang luar biasa yang ditranslate ke dalam bahasa terbanyak di dunia. Itu merupakan sesuatu yang menginspirasi kita. Ternyata sexuality itu bukan sekedar physical contact, di mana ada orang have fun sesaat. Bukan hanya itu, more than that. Sex dan intimacy tidak sama persis.

Sex adalah part of intimacy di dalam point physical intimacy. Tetapi intimacy itself, itu mempunyai sesuatu yang lebih luas. Ada spiritual intimacy, ada psychological intimacy, baru ada physical intimacy.

Nah, kalo kita membicarakan seorang remaja yang sudah terlibat dalam seksual context sebelum mereka married, itu saya gambarkan sebagai suatu lingkaran. Spiritual intimacy merupakan suatu lingkaran yang paling dalam. Layer kedua adalah Psychological Intimacy. Lalu, physical intimacy di lingkaran yang paling luar.

Graphic1

Nah kalau mereka sudah terlibat dalam physical intimacy sebelum mereka getting married, saya mau katakan akan ada suatu kekosongan/lubang yang besar yang akan mereka rasakan (emptiness). Kecuali kalau mereka kemudian mengalami suatu restoration/recovery, lalu kemudian mereka mendapatkan fulfillment dari kebutuhan spiritual & psychological, itu baru mereka akan berjalan dengan baik. Tanpa itu, mereka akan membawa kekosongan terus menerus dalam hidup.

Itu sebabnya, pada akhir tahun ini kita akan mengumpulkan anak-anak muda yang mau commit untuk tidak melakukan seks sampai mereka menikah.

Pertanyaannya, bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur? It doesn’t matter. Dalam pengertian begini, semenjak commit itu lupakan yang lalu. Tapi ke depan, kita mengambil suatu commitment tidak melakukan lagi hubungan sampai kita menikah. Kita ingin membuat sejumlah besar anak muda dengan suatu message sederhana “that you are not alone”.

Jadi, banyak anak muda itu yang menyangka, “kalau saya tidak melakukan hubungan seks, saya ini kuno. Saya sendirian di tengah anak-anak yang melakukan itu.”

Saya katakana, “No!” Ada ribuan anak muda yang tidak mau melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Kemarin ada acara di sebuah sekolah swasta SMP-SMA di Bandung, sekitar 900 anak muda commit untuk tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Di Surabaya juga ada sekitar 400 anak muda yang mengatakan itu. Saya yakin akan ada ribuan anak-anak muda yang berani mengatakan tidak kecuali saya dalam pernikahan. Karena pada saat itulah mereka akan merasakan fully satisfied ketika ada penggabungan spiritual, psychological & physical intimacy.

  • Pertanyaan-pertanyaan melalui SMS dari pendengar:

Pertanyaan 1:

Saya seorang gadis yang jatuh dalam dosa seks sehingga melahirkan seorang anak. Saat ini pacar saya tidak pernah datang untuk bertanggung jawab. Saya sudah mengampuni dia. Sampai sekarang saya masih terasa terintimidasi dan tidak bisa mengampuni diri sendiri. Juga merasa hampa walaupun sudah berdoa meminta pengampunan dosa.

Ev. Yohana: mungkin bisa menghubungi Maestro untuk no hp Yohana Care dan juga mendengarkan kesaksian dari salah seorang single parent yang sedang kami bina bagaimana dia bisa mengampuni diri sendiri, dsb.

Dr. Andik: Tidak mudah untuk menjadi seorang single parent tapi bukan berarti tidak mungkin. Selalu ada pintu terbuka yang besar kalau mereka mengalami suatu fulfillment of intimacy. Ada suatu penulis yang mengatakan, dalam diri seseorang itu ada satu rongga yang besar yang hanya bisa diisi oleh pencipta manusia. Jadi hal pertama yang paling penting untuk sahabat kita ini, biarlah hidupmu diisi oleh Penciptamu. Ijinkan Dia yang memuaskan. Yang pasti, “you are not alone.”

Pertanyaan 2:

Bagaimana sih sebetulnya untuk mengendalikan seksual itu, khususnya anak-anak muda?

Dr. Andik: Saya memahami apa yang dialami sahabat-sahabat muda ini. Karena memang saat ini masa abstinence lebih lama daripada jaman dulu. Kita melihat pubertas itu terjadi lebih awal tetapi usia pernikahan semakin lama, semakin mundur.

Arie: Nah, kenapa itu terjadi, Dok?

Dr. Andik: Kalau pubertas yang semakin maju itu ada pengaruh dari TV. External stimulation jadi lebih banyak. Nah, kalau masa pernikahan yang mundur itu karena social pressure. Bahwa manusia ini dituntut dalam hal kematangan yang dikaitkan dengan material sehingga membuat delay dalam pernikahan. Jadi sexual temptation menjadi semakin berat hari-hari ini.

Sebenarnya perilaku seksual kita itu dipengaruhi dua hal:

1)   Faktor internal è hormon endokrin

2)   Faktor luar (external stimulation).

Ternyata yang harus disadari adalah external stimulation inilah yang pengaruhnya lebih besar daripada factor internal. Karena hormon akan tetap dalam kondisi diam kalau tidak terstimulasi.

Lalu bagaimana caranya supaya saya tidak melakukan masturbasi?

Jawabannya adalah simple:

1)   Do not conform with the world. Jangan sama dengan lingkungan yang ada, kecuali kalo lingkungan itu sudah benar.

Arie: Sekarang lingkungan sekitar kita kan gak kondusif? Kita lihat di jalan-jalan, di mana-mana banyak VCD porno, TV juga banyak nada yang begitu. Jadi kadang, ya udah ikutan aja, kan jamannya? Banyak bacaan yang menggunakan nada yang berbau seks. Jadi bagaimana?

Dr. Andik: It depends on our choice. Saya terkejut melihat ada 900 anak muda yang berani membuat suatu commitment untuk tidak melakukan seks sebelum menikah. Saya yakin ada banyak anak muda yang mempunyai keinginan untuk hidup benar. Hanya kadang mereka merasa yang lain-lain itu sudah gak seperti itu. Ketika ia merasa hanya dia sendiri yang mau hidup benar, sedangkan yang lain tidak, dia akan sangat mudah jatuh. Tapi kalau dia lihat banyak anak muda lain yang mau hidup benar, bukankah itu akan menjadi suatu community yang menguatkan?

Semua ada pada pilihan kita. Televisi misalnya bukalah sesuatu yang mudah. Saya melakukan sesuatu yang memang tidak semua orang lakukan. Ketika anak saya sudah mulai masuk sekolah SD, kami melakukan suatu decision untuk tidak ada TV. Saya tidak mengatakan yang lain harus mengikuti saya, tetapi ini adalah suatu tindakan yang kami ambil untuk memudahkan membimbing anak kami. Pertanyaannya adalah apakah anak saya jadi ketinggalan jaman? Gak tuh. Saya pilihkan buku-buku bacaan yang informative, tanpa terpengaruh yang buruk. Atau saya pilihkan film-film yang kita tahu siapa produsennya yang baik.

Intinya: do not conform with the world. Ini adalah sesuatu yang mungkin, bukan sesuatu yang imaginer atau mengawang-awang. Ini real. Anak muda bisa lakukan ini.

2)   Kita harus mengalami transformation (transform your mind)

Misalnya computer yang sama kalau memakai software yang berbeda, maka akan menjalankan fungsi yang berbeda pula. Hidup kita juga sama. Hidup kita ini seperti hardware. Tergantung program apa yang kita gunakan.

Reprogram your life. Back to the TRUTH. Kembali lagi kepada kebenaran.

Analogi lain: Kalau satu gelas kopi warna hitam kalau kita guyur terus dengan air mineral yang jernih, lama-lama dia akan menjadi jernih juga, kan?

Hidup kita itu dikatakan sebagai vessel, seperti bejana. Tergantung apa yang ngisi.

Saya yakin sahabat-sahabat ini kalau melakukan dua hal ini, maka ia akan bisa mengalami difference.

Arie: Jadi memang segala sesuatu itu adalah pilihan ya?

Pertanyaan 3:

Arie: Maksudnya intimacy itu, intimacy itu yang seperti apa sih?

Dr. Andik: Tadi saya katakana bahwa ada 3 macam intimacy:

1)   Spiritual intimacy è antara manusia dengan Penciptanya. Dalam setiap hati manusia ada suatu lubang yang besar yang hanya bisa diisi oleh Creatornya. Bagaimana orang itu bisa berbicara secara personal kepada Penciptanya, lalu mendengarkan Penciptanya berbicara kepada dia. Ini tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata, dan hanya melalui pengalaman. Orang yang sudah mengalami akan mengerti betapa memuaskannya mengalami intimacy di bidang ini karena ini adalah yang paling dibutuhkan oleh setiap kita. Ada suatu masa ketika saya kuliah, saya mengambil sikap andai Tuhan tidak membimbing saya tidak menikah, it doesn’t matter. I’m really satisfied with my life when I have a relationship with God. Saya tetap enjoy. Saya ingin share kepada para lajang suatu statement, “melajang-siapa takut?” Karena kalau kita betul-betul mengalami spiritual intimacy, menikah hanyalah sebuah choice dari choice-choice yang lain. Melajang pun tidak kalah hebatnya dari yang married.

2)   Psychological intimacy è dalam level kejiwaan di mana kita bisa share dari hati ke hati antar personal.

3)   Physical intimacy è yang dilakukan antara suami istri.

Ada suatu kata kunci tentang intimacy. Intimacy is impossible without nakedness. Keintiman tidak mungkin tanpa ketelanjangan. Ketelanjangan berarti become transparent/ become yourself. Kalau kita masih pakai topeng atau ada sesuatu yang kita sembunyikan, kita tidak mungkin mempunyai suatu keintiman. Seorang sahabat yang baik akan terbuka terhadap sahabatnya, dia akan terbuka apa adanya. Dan di situ dia akan mengalami psychological intimacy.

Begitu juga kita dengan Pencipta kita. Kita perlu untuk transparan di hadapan Tuhan untuk bisa intim denganNya. Suami istri bisa menjadi intim karena ada ketelanjangan fisik di antara mereka. Seorang sahabat atau siapa pun mengalami keintiman secara emosional/psikologis karena mereka telanjang secara psikologis. Kalau kita telanjang secara spiritual di hadapan Creator kita, maka kita akan mengalami intimasi itu.

Arie: Ketika transparansi terjadi, transformasi otomatis berjalan ya? Alangkah lebih mengerikannya kalau antara dua pribadi yang sama-sama tidak transparan menyatu dalam satu bahtera rumah tangga, waduh, generasi seperti apa yang akan dimunculkan?

Ev. Yohana: Itu yang dikatakan, “gelap dan terang tidak bisa bersatu”.

Arie: Kebanyakan rekan-rekan lajang, sekarang yang dipikirkan adalah physical intimacy ya?

Dr. Andik: Dalam level personal, kita akan mengalami kebingungan akan kebutuhan intimacy ini. Kita tidak tahu apa yang sebetulnya memuaskan kebutuhan kita. Kebingungan inilah yang membuat anak-anak muda salah sangka bahwa kebutuhan itu akan terpenuhi kalau mereka “make love”/”physical intimacy”. Padahal yang mereka butuhkan adalah spiritual intimacy. Nah, kalau mereka tahu bahwa itu adalah kebutuhan utama mereka dan dipenuhi maka mereka akan sadar bahwa physical intimacy hanyalah bonus.

Pertanyaan 4:

Arie: Untuk mengendalikan nafsu antar laki-laki dan wanita, tentunya beda dong, Dr.? Katanya kalau laki-laki itu lebih mudah terangsang daripada wanita?

Dr. Andik: Itu adalah mitos yang salah. Ada yang mengatakan kalau laki-laki mempunyai kebutuhan seks yang besar karena itu wajar kalau laki-laki mempunyai partner seks yang banyak. Itu semua mitos yang dibangun di atas dasar yang keliru.

Seks pria & wanita itu equal walaupun ada keunikan tersendiri. Misalkan, pria lebih terstimulasi oleh sesuatu yang visual. Wanita lebih terstimulasi oleh yang emosional/menyentuh hati.

Prinsip umum yang berlaku untuk keduanya adalah do not conform with the world mau pun transform your mind.

Tapi memang pada pria, ada hal-hal yang unique. Jadi jangan main-main untuk situs pornografi. Sedangkan, wanita perlu berhati-hati terhadap pria yang mudah memberi rayuan.

Arie: Mungkin ada pesan dari Bu Yohana untuk para gadis yang ‘mengorbankan diri demi cinta’?

Ev. Yohana: Mesti menata emosi dalam sikap hati yang positif ya, seperti yang Dr. katakan, dalam kebenaran. Kalau dia hidup dalam kebenaran, pasti dia akan mengalami transformasi dalam pikirannya sehingga pikirannya bisa merdeka. Dan kalau dia hidup dalam kebenaran, pasti dia akan menikmati masa depan yang indah. Dalam hidupnya mesti ada target-target. Kalau dia membawa target-target itu dalam kebenaran, pasti ia akan mendapat apa yang dia rindukan sehingga ia menang dalam kehidupan. Dengan menerima diri sendiri apa adanya, maka kita akan lebih menghargai karya Tuhan dalam kehidupan kita.

lady-in-waiting-wdps

Time to Refreshing

dufan

** Have a Blessed Christmas **

Yohana Care & Gentle Care Ministries mengucapkan,

merry-christmas

Barbeque & Cocktail Party

graphic11

Hallo temen – temen semua..
Yohana Care & Gentle Care Ministries, ngadain barbeque & cocktail party di akhir tahun ini. Buat temen – temen kawula muda yang pernah terlibat di acara Yohana Care Ministries & yang baru mo gabung di acara ini, kita welcome banget.
yuk !! bersama – sama melepaskan tahun 2008 & menyambut tahun 2009.


Acara Barbeque & Cocktail Party ini akan di adakan pada :
Hari Senin, 29 Desember 2008
Tempat di sekretariat Yohana Care Ministries — Jl. Dr. Cipto 18 Bandung
Pukul. 18:00 – selesai

Pastiin temen – temen ikut acara ini yah, di jamin seru bangeet !!
Keterangan lebih lanjut hubungi :

Linda – 0812.2005.8484 / 022.91287882

Berry – 0812.2295.5598 / 022.91162023

Widia – 0812.203.5290 / 022.91560781

retreat2

Retreat dan natal bersama Yohana Care Ministries — “Apa – apa saja yang Kamu butuhkan!!” telah di adakan pada tanggal 7 – 8 Desember 2008 di Villa Fortuno – Villa Istana Bunga yang lalu, diikuti oleh berbagai denominasi dari beberapa gereja, sungguh memberkati generasi muda. Materi demi materi yang sampaikan oleh Pdt. Yohanes Sudarmadji & Ev. Yohana Rina S, membukakan mata rohani kawula muda dengan prinsip – prinsip positif yang harus dipegang oleh setiap anak muda. acara selama 2 hari berturut – turut membangkitkan semangat seluruh peserta dan semakin antusias hidup di dalam Tuhan, anak muda diperlengkapi untuk mempersiapkan hidup mereka dalam jenjang pernikahan, langkah – langkah yang praktis yang sesuai dengan Biblika disampaikan oleh Ev. Yohana Rina S. Pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta menunjukkan bahwa seluruh peserta haus untuk mencari tahu kebenaran – kebenaran yang sesuai firman Tuhan.

Nantikan retreat selanjutnya, yang diadakan oleh Yohana Care & Gentle Care Ministires pada tahun 2009. Buat temen – temen semua yang masih singles, jangan terlewatkan acara retreat selanjutnya. Masa mudamu sungguh indah dan berharga dihadapanNya, mari kita sama – sama sebagai anak muda mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup di hadapanNya — Roma 12:1. Amen.

Retreat 2008

poster-08-new

Shalom temen2 semua..

Gak terasa sebulan lagi sudah Natal ya? Waktu memang cepet banget berlalu…

Nah, pada tanggal 7 – 8 Desember ini, Yohana Care Ministries bakal ngadain retreat Khusus Kawula Muda di Villa Istana Bunga ( Villa Fortuno ). Temanya ” Apa – Apa Saja Yang Kamu Butuhkan !!!” Hayo, penasaran kan ?  Pokoknya jangan sampai terlewatkan dech, coz kali ini kita bakal kupas tuntas hal – hal yang penting, berguna dan praktikal banget buat kita – kita para singles.

Untuk biaya Rp. 50.000,-/orang ( Non Member YCM ) & Rp. 25.000,-/orang ( Member YCM ). Ayo… segera daftarkan dirimu, karena tempat terbatas.

Hubungi :

- Linda 0812.2005.8484 / 022-91287882

- Berry 0812.2295.5598 / 022-91162023

- Widia 0812.203.5290 / 022-91560781

- Ev. Yohana Rina 0812.2000.226 / 022-70199162

Pendaftaran dapat melalui :

- Cash, ke contact person diatas, atau

- Transfer ke Rekening BCA Acc. 517.015.8981 ( a.n. Beri Ziarawan & Agus Widia ). Bukti transfer fax ke nomer 022-6031812 attn. Linda ( Retreat YCM ), sebelum bukti transfer di fax harap menghubungi Linda ( 0812.2005.8484 / 022-91287882 )

Qta tunggu kabarnya ya, God bless you all.

Beauty Class

Hai Girls..

Yohana Care Ministries, ngadain BEAUTY CLASS di Eye 2 Eye Cafe ~ Jl. Surya Sumantri no. 86 Bandung, hari Jumat tgl 31 Oktober 2008, pkl. 18:30 – selesai. Kita akan sama – sama belajar gimana cara bermake-up yang baik & sesuai ma profesi kita ( pelajar / pekerja ). So… jangan lupa untuk bawa peralatan masing – masing yach.

Acara Beauty Class ini free, so… don’t miss it! ok? Tertarik? Hubungi : Ev. Yohana Rina ( 0812.2000.226 / 022.70199162 ) / Widia ( 0812.203.5290 / 022.91560781 ) Untuk konfirmasi & peralatan apa aja yang harus dibawa.

Ditunggu ya di acara ‘Beauty Class YCM’ ini, ajak juga temen – temen yang laennya ^^ see u there. God bless u..

X – Change

Guys and girls, masih inget event akbar The Call Indonesia tanggal 18 Agustus yang lalu? Seperti yang telah didoakan, gelombang movement ini masih terus berlanjut loh!

Untuk semakin memperlengkapi anak muda di kota Bandung, Yohana Care Ministry (YCM) bekerja sama dengan Jaringan Doa Sekota (JDS) mengadakan seminar yang berjudul “X Change” di BTC Blessing Room pada tanggal 22 September 2008. Pembicara utama adalah Dr. Andik Wijaya – seorang seksolog professional dan pendiri YADA Institute. Beliau juga memelopori gerakan “Dare to be Different” yang adalah suatu komitmen untuk hidup kudus (no sex) sebelum menikah. Di tahun 2007, YCM juga pernah mengundang beliau untuk berbicara dalam seminar “SEX, It’s not a game!” yang dihadiri oleh ratusan anak muda.

Berbeda dengan The Call, acara hari Senin ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pagi dihadiri oleh para orang tua dan pemimpin gereja-gereja sedangkan sesi sore dihadiri oleh para youth leader dan anak-anak muda. Seminar satu hari ini mengupas tuntas kebenaran Firman Tuhan tentang makna kekudusan dengan disertai oleh statistik-statistik yang mengejutkan tentang realitas problem seksual di kalangan anak muda Indonesia. Salah satu surprising factnya adalah bahwa jumlah penderita HIV di Bandung ternyata telah menduduki peringkat kedua se-Indonesia loh. Ngeri, kan?

Karena semua topik dibawakan dengan metode yang sangat segar dan mudah dipahami, kita jadi lebih antusias menghadapi hidup ini dan makin paham tentang arti kehidupan seks yang tepat dan benar. Wah, pokoknya seruu bangeet deh! Apalagi memasuki sesi tanya jawab, para peserta mengangkat pelbagai isu seperti homoseksualitas, cara lepas dari dosa seks, dll. yang membuat suasana semakin heboh saja!

Berikut beberapa pertanyaan yang tim YCM sempat catat:

1) Kenapa intensitas dosa seks di luar nikah terus meningkat di kalangan anak Tuhan?

Karena musuh kita tahu bahwa salah satu cara ampuh untuk menumbangkan kekuatan anak Tuhan adalah melalui dosa seks di luar nikah. Apalagi banyak gereja masih tabu menyinggung area ini sehingga tidak banyak jemaat yang berani mencari nasehat bagaimana cara lepas dari ikatan tersebut. Hal ini sangat disayangkan karena dosa ibarat luka yang walaupun awalnya terlihat kecil, jika tidak segera diobati, akan berubah menjadi borok yang sangat parah.

2) Apa perbedaan perzinahan dan percabulan?

a. Perzinahan lebih mengacu kepada dosa seks di luar pernikahan yang sudah diwujudkan dengan pihak lain. (misalnya selingkuh)

b. Percabulan adalah dosa seks di luar pernikahan yang masih dalam pribadi diri sendiri. (misalnya pornografi)

3) Mengapa ada hamba-hamba Tuhan yang pelayanannya masih terlihat penuh urapan bahkan membesar walaupun mereka selingkuh?

Besarnya pelayanan seseorang tidak selalu menggambarkan kemurnian atau kedekatannya dengan Tuhan. Kadang Bapa tetap mengijinkan hamba Tuhan semacam ini bekerja di rumahNya selama masih menguntungkan kerajaanNya. Namun dosa yang dilakukan hamba ini sudah membuat Bapa tidak lagi mempercayainya.

4) Apakah nafsu seks bisa dikontrol?

Ya, manusia yang diciptakan serupa dan segambar rupa Allah pasti dapat mengontrol keinginan seksnya. Jangan tertipu oleh dunia yang menghalalkan segala perilaku seks yang menyimpang kekudusan dan kebenaran Firman Tuhan.

5) Apa tips untuk lepas dari dosa seks di luar pernikahan?

Langkah pertama yaitu menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi.

Langkah kedua yaitu keluar dari lingkungan dosanya yang lama dan mencari dukungan yang baru dalam gereja Tuhan.

Bukankah Kitab I Kor 15 : 33 berkata pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik?

Semoga kebenaran yang dibagikan melalui seminar ini mencelikkan gereja Tuhan di Bandung terhadap pentingnya menjaga kekudusan dan memotivasi hamba Tuhan untuk berani mengajarkan jemaatnya untuk super hati-hati di area ini. Mari kita berdoa supaya lebih banyak lagi edukasi semacam ini dapat dibagikan di dalam tubuh Kristus ya?

Di tengah suasana liburan kemerdekaan nasional hari Senin lalu, ribuan kawula muda dari berbagai denominasi di kota Bandung berdatangan ke SITC (Siliwangi Indoor Tennis Court) – Jl. Menado mulai dari jam 10:45 pagi. Apa sih yang membuat mereka memilih untuk datang ke tempat ini dan bukan bersantai di mall – mall favorit mereka?

Jawabannya ialah THE CALL INDONESIA yang diadakan oleh Jaringan Doa Sekota Bandung dan PGPK. Tanpa memandang aliran gereja masing-masing, anak-anak muda ini berkumpul dengan satu kerinduan untuk berdoa dan berpuasa bagi bangsa dan kotanya. Inilah cerminan kasih dan kepedulian para anak Tuhan di Bandung terhadap Indonesia.

Walau acara berlangsung lebih dari 6 jam (11:00 – 17:30), namun waktu tak terasa bergulir demikian cepatnya. Diawali dengan tiupan sofar dan kumandang lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang megah, para peserta pun mengikuti 5 sesi doa ini dengan hikmat. Sesi-sesi tersebut adalah Sesi Pertobatan, Sesi Rekonsiliasi, Sesi doa untuk anak muda, Sesi doa untuk bangsa & kota, dan Sesi Pengutusan. Setiap sesi ini diisi silih berganti dengan praise & worship dari MUSICOM, JADED, GBI Sukawarna, Shekinah Glory, dan Celebration of Praise (COP). Berbagai pesan iman pun dibagikan oleh hamba-hamba Tuhan di kota ini, termasuk Pastor Herman Martir & team dari USA. Lalu setiap sesi ditutup dengan konser doa bersama.

Sungguh suatu anugerah Tuhan yang luar biasa kalau kita dari Yohana Care Ministry (YCM) bisa turut ambil andil melayani sebagai bagian dari koordinator acara dan team usher-kolektan di event akbar ini. Terlebih lagi, temen2 yang bergabung dalam team usher kali ini berasal dari 5 gereja loh (Gereja Isa Almasih, GPPS, GKI Anugerah, GKA City Blessings, GBI Sukawarna, dan GBI Dago Plaza). Luar biasa ya? Pokoknya benar2 merupakan pelayanan lintas gereja dalam satu komunitas inter-denominasi yang very exciting dan langka banget deh. (click di sini untuk foto2 pelayanan YCM yach).

Semoga api yang telah dipercikkan melalui The Call Indonesia dapat terus menyala di setiap hati kita, bahkan semakin berkobar untuk memancarkan api kemuliaanNya di negeri kita yang tercinta ini. Amin! MERDEKA!

Singles Gathering 2008

Tanggal 6 Agustus 2008 yang baru lalu, radio Maestro 92.5 FM baru mengadakan acara bertema “Menjadi Single yang Maksimal” loh. Walau hari itu adalah hari kerja, namun sejak acara dimulai pukul 18:30, ruangan di stasiun radio ini sudah dipadati oleh sekitar 50 temen-temen single kita. Luar biasa ya? Ini sungguh bukti nyata bahwa banyak kaum muda di kota Bandung ini haus dan curious untuk belajar mengenal dan memaksimalkan potensi dalam diri masing-masing.

Dari awal hingga akhir, talk show ini berlangsung dengan mulus diiringi oleh celetukan-celetukan Boma dan Jen yang kocak. Selain itu, para tamu pembicara pun mengisi setiap sesi dengan sharing yang begitu bermanfaat dan saling melengkapi satu sama lain sehingga membangkitkan antusiasme para hadirin.

Ketiga pembicara tersebut adalah Pdt. Timotius Adi Tan yang menekankan pentingnya menemukan calling dalam hidup seorang single beserta cara-caranya. Dilanjutkan dengan Pdm. Yoshua Ochi yang memberikan tips2 bagaimana mencari pasangan hidup yang tepat dengan cara yang biblikal. Acara menjadi semakin heboh saja saat Ibu Yohana Rina (YCM) mengulas tentang bagaimana menjadi anak Tuhan yang tampil excellent.

Sharing ini diawali dengan 1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Menurut firman ini, kita adalah mahluk tiga dimensi yang terdiri dari roh, jiwa dan tubuh:

1) Tubuh menampung jiwa


2) Jiwa adalah bejana yang menampung roh


3) Roh Kudus masuk ke dalam roh kita dan berkomunikasi melalui roh kita

Of course, untuk bisa jadi seperti ini, selain memperhatikan roh, kita juga perlu merawat jiwa dan tubuh kita. Nah, berbicara tentang tubuh, otomatis kita akan membahas tentang penampilan. Percayakah teman-teman bahwa Tuhan Yesus menyelamatkan kita dengan sempurna? Kalau ya, ini berarti Ia ingin bukan hanya roh kita saja yang selamat, tapi juga jiwa dan tubuh kita. Oleh karena itu mari kita muliakan Tuhan juga melalui tubuh kita. Do you know? Tuhan memberi umatNya kuasa menikmati, salah satunya adalah menikmati perawatan fisik melalui fasilitas yang Tuhan sediakan, seperti perawatan tubuh, rambut, lulur, dll.

Sangatlah sulit bagi orang-orang luar untuk mempercayai bahwa kita adalah anak-anak terang jika melihat kulit tubuh kita bersisik, kuku hitam, rambut kering, bau mulut dsb. Semua orang mengakui bahwa Tuhan dapat melihat jauh ke dalam hati dan roh manusia. Namun terkadang kita lupa bahwa manusia hanya bisa melihat apa yang terlihat oleh mata mereka, alias, penampilan dan kebersihan fisik. Akibatnya, sering kita fokus hanya pada pertumbuhan rohani saja dan melalaikan penampilan luar.

Tentu saja kita perlu merawat diri dari dalam (roh) dahulu. Tapi kalau berhenti di bagian roh saja, juga kurang menyeluruh loh. Misalkan kita sudah tampil dengan rapih dan mempesona. Tapi, kalau waktu mulai ngobrol dengan temen ce ato co kita, aroma mulut kita tidak sedap, otomatis si doi pun akan terpental tanpa perlu diusir, betul? Kalau ini yang terjadi, gawat dong? Maka dari itu penting sekali kita perhatikan kebersihan gigi kita misalnya dengan menggosok gigi dengan cara yang benar dan frekuensi yang cukup, rajin kumur dengan Listerine, pemeriksaan berkala ke dokter gigi (untuk memonitor adanya karang gigi atau lobang), minum air putih yang cukup, dll.

Sekarang setelah kita tahu bahwa menjaga penampilan itu sesuatu yang penting, maka pertanyaan berikutnya adalah apa sih batasan-batasan untuk seorang anak Tuhan? Jawabannya tergantung pada tempat dan aktivitas yang akan dilakukan. Contohnya: baju dan riasan yang akan dipakai pergi beribadah dengan waktu mau nge-mall atau mau berolah raga, tentu saja berbeda. Bayangkan kalau ada orang mengenakan kebaya tetapi menata rambut kribo. Atau memakai sarung tetapi bersepatu boot. Nah, apa reaksi temen-temen? Pengen ketawa atau malah ngeri, kan?

Memang sih di jaman serba modis seperti sekarang ini, banyak fashion styles di sekitar kita yang cukup menggiurkan untuk diikuti, apalagi kalau celebrities favorite kita yang mencetuskan. Menjadi keren, boleh saja, tapi jangan sampai jadi “kormod” (korban mode) yach? Memilih model dan merawat penampilan pun tidak berarti harus mengeluarkan biaya yang besar.

Malah sebagai anak-anakNya, kita bisa minta hikmat Tuhan untuk dapat memanage penampilan kita tanpa “besar pasak daripada tiang” atau “mengobral” bagian-bagian tubuh kita.

Bagaimanapun juga tubuh kita ini kan baitnya Roh Kudus dan anugerah dari Allah, jadi kita perlu menghargai dan menjaganya, setuju?

Trus, bagaimana sih caranya merawat tubuh?

Terlepas dari apakah kulit kita kering, normal atau berminyak, ada empat pedoman umum (general rules) yang bisa kita lakukan, yaitu:

1. Cukup tidur (get your beauty sleep, guys and girls)

2. Hindari merokok & minum alcohol (kecuali anggur perjamuan kudus, tentunya)

3. Isi waktu-waktu dengan saat teduh (alias “wakuncar”) bersama Yesus

4. Berolahraga

Jadi, yuk kita semua mulai merawat diri kita sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Tuhan. Niscaya, orang-orang di sekitar kita pun dapat melihat bukti nyata kuasa Tuhan yang membaharui kita dalam wujud konkrit (dalam ke luar: roh ke tubuh), tanpa kita perlu mengarang kata-kata.

Hasil CIBFest 2008

CIBFest 2008 Finalist

Haloo.. temen2 semua, Hasil CIBFest 2008 uda ada hasilnya loch..  Hasilnya temen2 semua bisa cek di http://www.jawaban.com

Praise The Lord, Tuhan dah ngijinin blog Yohana Care bisa ikut sebagai peserta CIBFest 2008, thanks banget buat support dari temen2 semua.. buat dukungan doanya.. buat votingnya.. buat yang uda kasih support secara personal ke admin.. hehe.. temen2 smua bae banget, Tuhan yang berkati temen2 semua yach.. Apapun juga hasilnya, Tuhan uda kasih yang terbaik & smua kemuliaan kembali ke Tuhan.. dan… blog Yohana Care ini tetep bisa jadi berkat buat semua orang. Wah.. blogger mania.. qta sama2 kembangin talent qt buat jadi garam ‘n terang dunia buat semua orang & buat Tuhan bangga lewat talent2 qt.

With true appreciation and warmest thanks to GOD and all of you.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.